Senin, 06 Desember 2010

Manajemen Keuangan Perusahaan

NAMA  : GHITA NATALIA
NPM     : 22210989
KELAS : 1EB06

BAB 9

MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

1. Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan

Peran Manajer Keuangan
Peran manajer keuangan dalam perusahaan adalah penting. Fungsi dari manajer keuangan tidak terbatas pada manajemen dan pembuatan akun tetapi juga memainkan peran utama dalam keputusan dividen, keputusan penganggaran modal, struktur modal pengeluaran dari perusahaan, keputusan yang berkaitan dengan merger dan akuisisi, dan semua keputusan investasi perusahaan. Dengan demikian manajer keuangan memainkan peran penting dalam bisnis enterprise.

Keputusan yang berbeda dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Modal kerja rutin dan keputusan manajemen kas.
2. Dividen keputusan
3. Keputusan investasi
4. Peramalan keuangan
5. Keputusan keuangan internasional
6. Manajemen portofolio
7. Manajemen risiko
8. Manajemen kas

Sedangkan keputusan dividen terkait dengan menentukan jumlah yang akan dibagikan kepada pemegang saham, keputusan investasi berkaitan dengan investasi yang membuat perusahaan dalam proyek yang berbeda sehingga dapat memperluas bisnis dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Manajer keuangan di sini Penilai berbagai proyek dan hakim profitabilitas mereka. Manajer juga memutuskan berapa modal harus digunakan dalam proyek tersebut dan yang sumber adalah yang terbaik untuk pembiayaan proyek. Keputusan tersebut juga meluas ke investasi di luar negeri dan pasar lokal yang membutuhkan pengetahuan menyeluruh tentang tren pasar sehingga peran menjadi penting.

Manajemen puncak mengambil nasihat dari manajer keuangan untuk pengeluaran struktur modal perusahaan.

Atas dasar bulanan dan tahunan manajer melihat ke persyaratan persediaan, persyaratan kas harian, dan tujuan perusahaan dan kemudian rencana anggaran sesuai untuk departemen yang berbeda sehingga mereka menerima jumlah yang optimal untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis.

Atas dasar pemanfaatan anggaran tahun sebelumnya, review berbeda dan laporan penelitian yang disusun oleh departemen penelitian, manajer keuangan menyiapkan anggaran dan mengalokasikan sumberdaya untuk tahun mendatang.

Dengan globalisasi peran manajer keuangan tidak terbatas pada batas-batas daerah tetapi telah menyebar ke kegiatan yang melibatkan pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi, membentuk anak perusahaan dan investasi di pasar luar negeri. Di sini manajer keuangan melihat ke dalam keuntungan yang bisnis dapat menghasilkan dari mendirikan anak perusahaan, apa yang seharusnya menjadi pengeluaran modal dari perusahaan, apa manfaat pajak perusahaan dapat memanfaatkan dengan mendirikan dan ekspansi ke pasar luar negeri?

Seorang manajer keuangan sehingga tidak hanya bertindak sebagai orang yang mempertahankan piutang tetapi juga memainkan peran utama dalam pengelolaan portofolio, kas risiko, dan modal.

Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Dasar tanggung jawab dari setiap manajer keuangan
meliputi:

1) Untuk memastikan maksimalisasi kekayaan pemegang saham
perusahaan.

2) Untuk memastikan maksimalisasi laba perusahaan.

3) Penyusunan Jangka Pendek dan Jangka Panjang yaitu dana,
modal kerja dan pinjaman jangka untuk kelangsungan hidup dari
proyek tertentu.

4) Untuk membuat keputusan tentang kelayakan keuangan
proyek (dengan memeriksa nilai Net Present atau Diskon
Arus Kas dari suatu proyek tertentu)

5) Untuk fokus pada Minimisasi Biaya dan Laba
Maximation.prepare : (1) laporan arus kas
                                 (2) keuntungan dan kerugian
                                 (3) neraca
manajer keuangan harus berurusan dengan
(1) antisipasi dana (kapitalisasi)
(2) antisipasi dana (penggalangan dana)
(3) alokasi dana (keputusan investasi)
(4) penilaian dana (evaluasi keuangan kegiatan)

A.  Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :

1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.

2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.

3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.

6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.

7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

B.  Tugas Pokok Manejemen Keuagan
Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
2. Menggunakan Dana Perusahaan
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

C.  Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

• Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipmen baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Penganggaran Modal – Suatu Konsep Investasi

Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.

Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterika tan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.

Jenis Investasi

Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai berikut :

(1) Investasi yang tidak menghasilkan laba (non profit investemen).
(2) Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non measurable profit investment)
(3) Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment).
(4) Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment).


Penjelasan Masing-masing Jenis Investasi di atas

(1) Investasi yang tidak menghasilkan laba.

• Timbul karena adanya peraturan pemerintah atau syarat kontrak yang telah disetujui.
• Contoh: pemasangan instalasi pembersih air limbah.

(2) Investasi yang tidak dapat diukur labanya.

• Tujuan investasi untuk menaikkan laba, tetapi laba yang diharapkan akan diperoleh perusahaan dengan adanya inv ini sulit untuk dihitung secara teliti.
• Pedoman yang biasanya dipakai adalah : % tertentu dari hasil penjualan, % tertentu dari laba bersih investasi yang sama yang dilakukan oleh perusahaan pesaing.
• Contoh investasi ini : pengeluaran biaya promosi, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan dan pendidikan karyawan.

(3) Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment.

• Informasi penting yang perlu dipertimbangkan dalam keputusan penggantian mesin adalah informasi akunt ansi diferensial yang berupa aktiva diferensial dan biaya diferensial.
• Penggantian dapat dilakukan, jika biaya diferensial yang berupa penghematan biaya yang diperoleh dari penggantian suatu mesin dan ekuipmen berjumlah pantas bila dibandingkan dengan aktiva diferensial.

(4) Investasi dalam Perluasan Usaha

• Yakni merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya.
• Untuk menambah kapasitas akan diperlukan aktiva dife rensial berupa tambahan investasi dan akan menghasilkan pendapatan diferensial.


Kriteria Penilaian Investasi

Ada beberapa kriteria dalam penilaian investasi yakni dapat menggunakan beberapa metode :

a. Payback Method.
b. Average Return on Investment
c. Present Value
d. Discounted Cash Flows.


Payback Method

• Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti payoff method dan pay out method.
• Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi.

Perhitungan Pay-back yang belum memperhitungkan Unsur Pajak Penghasilan



Pay-back Period = Investasi .
( dlm tahun) Laba Tunai rata-2 per tahun


Misal :

Suatu rencana investasi membutuhkan investasi, mula-mula (akuntansi diferensial) sebesar Rp. 80.000.000,- diperkira- kan laba tunai setelah pajak /tahun selama 5 tahun berturut turut yakni : Rp. 23 juta, Rp. 18. Juta, Rp. 21 juta, Rp. 36 juta dan Rp. 25 juta.

Perhitungan pay-back period jika Aliran Kas Masuk Bersih tiap periode tidak sama :


Tahun Laba Tunai Investasi Yang Ditutup Payback Period yang Diperlukan
1 Rp. 23 juta Rp. 23 juta 1,0
2 Rp. 18 juta Rp. 18 juta 1,0
3 Rp. 21 juta Rp. 21 juta 1,0
4 Rp. 36 juta Rp. 18 juta 0,5
5 Rp. 25 juta - -
Rp. 80 juta 3,5 tahun


Kesimpulan : Dalam jangka waktu 3,5 tahun investasi sudah dapat kembali sebelum masa umum ekonomisnya habis.


Kebaikan dan Kelemahan Payback Method

Kebaikan

1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya cepat.
3) Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.


Kelemahan

1) Tidak memperhitungkan nilai waktu uang
2) Metode ini tidak memperhatikan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.



Average Return on Investment Method
( Metode Rata-rata Kembalian Investasi)

Metode ini juga disebut Accounting method atau Financial Statement method.

Rumus. : Rata-rata kembalian Investasi



Rata-Rata Kembalian = Laba Sesudah Pajak = … %
Investasi Rata-Rata Investasi


Kriteria Penilaian.

a. Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang ditetapkan manajer.
b. Jika Pengambilan Keputusan belum memiliki batasan tarif kembalian investasi, maka dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih adalah yang memberikan tingkat kembalian yang terbesar.

Kebaikan Metode Rata-rata Kembalian Investasi.

- Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi.


Kelemahan Metode Rata-rata Kembalian Investasi

a. Tidak memperhitungkan nilai waktu uang.
b. Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi.
c. Metode tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.


Contoh :

Untuk melaksanakan suatu proyek diperlukan investasi mula-mula adalah Rp. 10.000.000. diperkirakan 10 th, tanpa nilai residu pada akhir tahun kesepuluh. Diperkirakan setiap tahun akan dapat diperoleh kas masuk (cash inflows) rata-rata sebesar Rp. 4.000.000, sedangkan kas keluar (cash outflows), termasuk pajak, rata-rata sebesar Rp. 2.500.000.

Tarif Kembalian Investasi :

Rp.(4.000.000 – 2.500.000) – (10.000.000/10)
Rp. 10.000.000

= 5%


Present Value Method
Dalam keputusan penggantian aktiva tetap yang dida- sarkan pada pertimbangan penghematan biaya, informasi akuntansi manajemen yang dipertimbangkan adalah biaya diferensial tunai, yang merupakan penghematan biaya operasi tunai di masa yang akan datang sebagai akibat dari penggantian aktiva tetap tersebut.

Penghematan biaya tunai yang diperoleh (biaya diferensial tunai) dengan adanya penggantian aktiva tetap tersebut dikurangi atau ditambah dengan dampak pajak penghasilan akibat biaya diferensial selama umur ekonomis aktiva tetap kemudian dinilaitunaikan dengan tarif kembalian tertentu.

Kriteria Penilaian :

Apabila jumlah nilai tunai tersebut lebih besar dari aktiva dirensial, maka usulan investasi tersebut dianggap mengun tungkan. Dan sebaliknya.

Perhitungan Nilai Tunai

Dapat ditentukan dengan rumus : NT = AK 1 .
( 1 + I ) n
Keterangan :

NT = Nilai tunai
AK = Aliran Kas
i. = tariff kembalian investasi.
n = jangka waktu

Faktor 1/(1+i)n tercantum dalam suatu daftar bunga yang dibuat untuk berbagai tarif kembalian dan janga waktu.

Nilai Tunai Rp 1,00

p. 1% 2% 4% 6% 8% 10%
n.
1 0,990 0,980 0,962 0,943 0,926 0,909
2 0,980 0,961 0,925 0,980 0,857 0,826
3 0,971 0,942 0,889 0,840 0,794 0,751
4 0,961 0,924 0,855 0,792 0,735 0,683
5 0,951 0,906 0,822 0,747 0,681 0,621

Gambar 2. Tabel Nilai Tuna Rp. 1

Jadi uang Rp 1 yang akan diterima pada akhir tahun ke-3, apabila dinilaitunaikan sekarang pada tariff kembalian 2% per tahun akan menjadi bernilai Rp. 1/1,0233


Contoh Kasus :

Mr Frenky merencanakan untuk menginvestasikan dananya untuk pembelian Mesin Giling seharga Rp. 300.000.000,- . Mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun tanpa nilai residu pada akhir tahun. Atas dasar aliran kas masuk bersih diperkirakan sebesar Rp. 65.000.000 per tahun, dengan tarif kembalian 10% per tahun.

Berdasarkan informasi tersebut, keputusan apa yang harus diambil dari investasi tersebut, jika digunakan Present Value Method ?


Perhitungan Nilai Tunai Kas Masuk Bersih
Present Value Method


Tahun Kas Masuk Bersih Tarif Kembalian. Nilai Tunai Kas Masuk Bersih
1 Rp. 65 juta 0,909 Rp. 59.085.000
2 Rp. 65 juta 0,826 Rp. 53.690.000
3 Rp. 65 juta 0,751 Rp. 48.815.000
4 Rp. 65 juta 0,683 Rp. 44.395.000
5 Rp. 65 juta 0,621 Rp. 40.365.000
Jml Nilai Tu- Nai Kas Bersih Rp. 246.350.000


Kesimpulan : Investasi sebaiknya ditolak, karena aliran kas masuk bersih lebih kecil dari nilai investasi yang ditanam- kan.

• Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
yaitu : - aktiva tetap yang berwujud
         - aktiva tetap yang tidak berwujud

• Metode penilaian investasi yaitu
* metode periode pengambilan
* metode nilai sekarang
* metode indeks profitabilitas
* metode internal rate of retrun-IRR
* metode modified internal of retrun-MIRR

• Arus kas masuk adalah arus masuk dan arus keluar dan sentara
kas pada bendahara umum negara/ daerah.

• Metode average rate of retrun yaitu didasarkan pada jumlah
keuntungan bersih sesudah pajak.

• Metode masa pengembalian investasi yaitu dilakukan apabila
kedua perusahaan sudah selesai melakukan kerjasama dalam investasi.

• Metode net present value adalah selisih uang yang diterima dan uang yang
dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money.

• Metode profitability index adalah metode yang menghitung
perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang.


• Metode internal rate of retrun adalah adonsi dari NPV, satuan
menggunakan %.

2. Perencanaan keuangan

- Mengapa perusahaan membutuhkan dana karena suatu
perusahaan membutuhkan suatu dana untuk dapat di investasikan
kepada perusahaan lain agar perusahaannya tetap berkembang.

- Pembiyaan perusahaan dengan cara perusahaan itu melakukan
kerjasama kepada perusahaan lain agar pembiyaannya tetap berjalan
dengan baik.


Sumber :
1. http://organisasi.org/definisi-pengertian-manajemen-keuangan-tugas-pokok-dan-tujuan-manajer-keuangan-perusahaan
2. http://www.google.co.id/#hl=id&biw=1366&bih=543&q=penganggaran+modal&aq=o&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=4288df0e2cb2cdab
3. http://pengantarbisnis-akuntansi.blogspot.com/2010/11/pengantar-bisnis_9417.html
4. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.allinterview.com/showanswers/1481.html

1 komentar: